Hallo... Bunda...💦
Tanda bahaya kehamilan adalah
tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang bisa terjadi selama
kehamilan. Tanda-tanda bahaya pada kehamilan yang harus bunda ketahui adalah:
1. Perdarahan pervaginam
Pada kehamilan lanjut atau pada kehamilan dengan
usia diatas 28 minggu, perdarahan yang tidak normal adalah merah (bisa merah
segar atau tidak), banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu disertai
dengan rasa nyeri. Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta previa (Plasenta berada menutupi jalan Lahir) atau
solusio plasenta (Plasenta lepas).
2. Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan
sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala
yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang
menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Sakit kepala yang hebat dalam
kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia (Kejang dalam kehamilan).
3. Masalah penglihatan
Oleh karena pengaruh hormonal, ketajaman
penglihatan ibu dapat berubah selama proses kehamilan. Masalah visual yang
mengindikasikan keadaan yang mengancam misalnya pandangan kabur atau berbayang
secara mendadak. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala
yang hebat dan ini merupakan gejala dari preeklampsia .
4. Bengkak pada muka dan tangan
Hampir
dari separuh ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang
biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat dengan
meninggikan kaki. Bengkak menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada
muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat, dan disertai dengan keluhan
yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung atau
preeklampsia.
5. Bayi kurang bergerak seperti biasa
Gerakan janin tidak ada atau kurang
(Pemantauan gerakan janin minimal dilakukan selama 12 jam, dan pergerakan janin
selama 12 jam adalah minimal 10 kali gerakan janin yang dirasakan oleh ibu hamil atau setidaknya satu kali
dalam 1 jam) ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan kelima atau
keenam. Jika janin dirasakan kurang atau tidak ada, ini berarti terjadi bahaya
pada janin.
6. Keluar air ketuban sebelum waktunya
Harus dapat dibedakan antar urin dan air ketuban. Jika keluarnya cairan ibu tidak terasa, berbau amis, dan berwarna putih keruh, berarti yang keluar adalah air ketuban. Jika kehamilan belum cukup bulan, hati-hati akan adanya persalinan preterm. Jika ibu mengalami keluarnya air-air ketuban diharapkan langsung ke fasilitas kesehatan.
7. Demam tinggi
Ibu
menderita deman dengan suhu tubuh >38oC dalam kehamilan merupakan
suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam
kehamilan. Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak
dan mengompres untuk menurunkan suhu. Pada infeksi berat dapat terjadi demam
dan gangguan fungsi organ vital.
8. Mual dan Muntah terus menerus serta Nyeri abdomen yang hebat
Mual dan Muntah terus menerus dapat menandakan kehamilan yang tidak normal jika terjadi pada kehamilan tua atau lanjut. Nyeri abdomen yang tidak berhungan dengan
persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan
masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak
hilang setelah istirahat. Nyeri abdomen yang dirasakan pada trimester III yang
merupakan tanda bahaya adalah nyeri pada epigastrium (ulu hati), gejala ini
bisa mengarah pada gejala preeklampsi jika didukung dengan tanda dan gejala pre
eklampsi yang juga diraskan.
Sumber :
Sulistyawati, Ari. 2013. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
Asrinah, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Syafrudin, dkk. 2011. Untaian Materi Penyuluhan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Jakarta: CV Trans Info Media
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta : Kemenkes RI dan JICA
Hani, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta: Salemba Medika















Tidak ada komentar:
Posting Komentar